Selasa, 09 Desember 2014

PARAMETER 22 ITEM TES


I.  PENDAHULUAN


A.        Latar Belakang

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) merupakan lembaga pendidikan untuk menjaring dan membina pelajar berbakat olahraga agar mencapai prestasi olahraga yang tinggi di tingkat nasional dan bahkan internasional.

Prestasi yang tinggi hanya dapat dicapai oleh atlet yang mempunyai bakat besar dan memperoleh pembinaan yang baik secara berjenjang dan berkesinambungan.

Pembinaan prestasi secara berjenjang mempunyai implikasi terhadap pentingnya evaluasi yang harus dilaksanakan secara berkala sejak tahap penjaringan atlet sampai dengan tahap akhir pelaksanaan program pelatihan dan prestasi yang dicapai.

Setiap PPLP dan SKO sudah berkembang dan menunjukkan kinerjanya masing-masing yang beragam dalam menghasilkan atlet yang berprestasi tinggi, termasuk dalam hal penetapan parameter dan instrumen yang digunakan.

Guna mengurangi keberagaman dan menjamin kualitas penetapan parameter dan instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi para atlet, diperlukan adanya panduan sebagai acuannya. Untuk itu, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menerbitkan buku Panduan Penetapan Parameter Tes yang dapat digunakan oleh PPLP dan SKO sebagai acuan dalam mengevaluasi para atlet. Dalam Panduan Penetapan Parameter Tes ini dideskripsikan parameter tes yang bersifat umum.

B.        Tujuan

1.   Tujuan Umum  
Memberikan panduan kepada PPLP dan SKO dalam menetapkan parameter tes dan instrumen pengukurannya untuk mengetes kemampuan dan perkembangan pencapaian prestasi atlet

2.   Tujuan Khusus
a.         Memberikan panduan kepada pelatih PPLP dan SKO dalam menetapkan parameter tes dan instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi perkembangan atlet
b.         Memberikan peluang kepada atlet dan pelatih PPLP dan SKO untuk melakukan evaluasi diri berdasarkan parameter tes yang ditetapkan.
c.            Memberikan peluang kepada pihak terkait untuk mengapresiasi perkembangan pencapaian prestasi atlet berdasarkan parameter tes yang ditetapkan.

C.       Petunjuk Pelaksanaan Tes
           
            1.  Kriteria Bagi Atlet yang akan di Tes
                  a.         Harus sehat fisik dan mental berdasarkan pemeriksaan dokter
                  b.         Satu hari sebelum pelaksanaan tes, atlet yang bersangkutan cukup istirahat dan cukup tidur
                  c.         Makan terakhir 2 jam sebelum tes mulai dilaksanakan
                  d.         Atlet diharuskan berpakaian dan bersepatu olahraga pada saat menjalani tes
                  e.         Sebelum memulai aktivitas tes, atlet melakukan pemanasan selama kurang-lebih 15 menit
                  f.          Atlet diharuskan untuk menjalankan tes dengan sungguh-sungguh

           

            2.  Kriteria Bagi Pelaksana Tes
                  a.         Mengetahui jenis-jenis alat ukur yang akan digunakan
                  b.         Memahami prosedur pelaksanaan pengukuran
                  c.         Dapat mengoperasikan dengan benar berbagai peralatan yang akan digunakan dalam pengukuran

            3.  Kriteria Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Tes
a.            Alat tes yang digunakan telah ditera atau memenuhi standar
b.            Tempat pelaksanaan tes harus aman dan nyaman bagi atlet
c.            Tersedia peralatan medis untuk kepentingan PPPK
d.            Tersedia formulir-formulir yang dibutuhkan untuk merekam hasil tes
e.            Bila tes terjadwal secara rutin berkala, pelaksanaan hendaknya dilakukan di tempat dan waktu yang sama
           
D.        Jenis Pengukuran

            Jenis pengukuran yang disusun dalam Panduan Penetapan Parameter Tes terdiri atas alat ukur yang digunakan untuk mengukur:
1.    Tinggi dan berat badan;
2.    Ketebalan lemak;
3.    Volume paru-paru;
4.    Kapasitas paru maksimal;
5.    Fleksibilitas togok;
6.    Keseimbangan statis;
7.    Daya tahan otot perut;
8.    Daya tahan tubuh bagian atas;
9.    Daya ledak otot tungkai;
10. Kekuatan peras otot tangan;
11. Kekuatan ekstensor otot punggung;
12. Kekuatan ekstensor otot tungkai;
13. Kekuatan menarik otot bahu;
14. Kekuatan mendorong otot bahu;
15. Kekuatan otot perut;
16. Kekuatan otot lengan;
17. Kecepatan lari;
18. Kelincahan;
19. Daya tahan anaerobik;
20. Kapasitas aerobik;
21. Kapasitas aerobik maksimal;
22. Kesegaran jasmani.

            Keterangan:
            Dalam melaksanakan tes, perlu memperhatikan urutan pelaksanaan pengukuran.  Jenis-jenis pengukuran yang dalam pelaksanaannya mengharuskan atlet mengeluarkan banyak tenaga, hendaknya dilaksanakan di urutan terakhir, seperti pengukuran kapasitas aerobik, kapasitas aerobik maksimal atau kesegaran jasmani.


















           










II.  PARAMETER TES

Parameter tes yang dapat digunakan oleh PPLP dan SKO sebagai acuan dalam mengevaluasi para atlet, adalah sebagai berikut.


1.  Pengukuran Tinggi dan Berat Badan


Kegunaan
Pengukuran terhadap tinggi dan berat badan diperlukan untuk mengetahui komposisi ideal tubuh atlet.  Komposisi yang ideal antara tinggi dan berat badan akan berpengaruh terhadap pencapaian prestasi.

Prosedur Pelaksanaan Tes

Prosedur pelaksanaan tes adalah sebagai berikut:

a.    berdiri tegak lurus;

b.    pandangan lurus ke depan;

c.    saat pengukuran berat badan, atlet menggunakan pakaian seminim mungkin. Bila perlu, berat badan terlebih dahulu dikurangi berat pakaian sebelum dihitung dengan rumus


Standar Berat Badan Ideal (Brocce Formula)
Berat badan = 90% (tinggi badan-100)

Batas kewajaran sebagai berikut:

Berat badan sebaiknya,
Paling berat              =          120% X (tinggi badan-100)
Paling ringan                        =          80% X ( tinggi badan-100)

(Sumber: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Depdikbud, 1996)
     
     
Alat yang digunakan terdiri dari:

a.    microtoise atau meteran yang sudah ditera;

b.    timbangan yang sudah ditera.
2.   Pengukuran Ketebalan Lemak


Kegunaan
Pengukuran untuk mengetahui tingkat ketebalan lemak tubuh ditujukan untuk mengestimasi dan memonitor, pertumbuhan, perkembangan, kematangan, dan perubahan komposisi tubuh.  Ketebalan dan konsentrasi penimbunan lemak juga berpengaruh terhadap keleluasaan gerak.

Prosedur Pelaksanaan Tes
Prosedur pelaksanaan tes adalah sebagai berikut:
a.    Kulit di tempat yang diukur dicubit dengan tangan kiri sedemikian rupa sehingga yang dicubit hanyalah lipatan kulit dan lemaknya, tanpa mengikutkan lapisan otot di bawahnya.

b.    Tangan kanan memegang skinfold caliper untuk menjepit lapisan kulit yang telah dicubit dengan tangan kiri. Dengan telah terjepitnya lapisan kulit dan lemak bawah kulit, skala yang ada pada skinfold caliper dapat dibaca berapa milimeter tebal lemaknya.

c.    Semua pengukuran dilakukan di tubuh bagian kanan dan pengukuran hendaknya dilakukan sebelum atlet melakukan aktivitas fisik.

Alat yang digunakan adalah:
a.    skinfold caliper
b.    norma.

Bagian tubuh yang diukur
a.   atlet usia 6 – 9 tahun: (triceps dan calf) lengan atas bagian belakang   dan betis;
b.   atlet usia di atas 9 tahun: (triceps dan subscapular) lengan atas bagian belakang dan di bawah tulang belikat.