I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Olahraga Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) merupakan lembaga
pendidikan untuk menjaring dan membina pelajar berbakat olahraga agar mencapai
prestasi olahraga yang tinggi di tingkat nasional dan bahkan internasional.
Prestasi yang tinggi hanya dapat
dicapai oleh atlet yang mempunyai bakat besar dan memperoleh pembinaan yang
baik secara berjenjang dan berkesinambungan.
Pembinaan prestasi secara berjenjang
mempunyai implikasi terhadap pentingnya evaluasi yang harus dilaksanakan secara
berkala sejak tahap penjaringan atlet sampai dengan tahap akhir pelaksanaan
program pelatihan dan prestasi yang dicapai.
Setiap PPLP dan SKO sudah berkembang
dan menunjukkan kinerjanya masing-masing yang beragam dalam menghasilkan atlet
yang berprestasi tinggi, termasuk dalam hal penetapan parameter dan instrumen
yang digunakan.
Guna mengurangi keberagaman dan
menjamin kualitas penetapan parameter dan instrumen yang digunakan untuk
mengevaluasi para atlet, diperlukan adanya panduan sebagai acuannya. Untuk itu,
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menerbitkan buku Panduan
Penetapan Parameter Tes yang dapat digunakan oleh PPLP dan SKO sebagai
acuan dalam mengevaluasi para atlet. Dalam Panduan Penetapan Parameter Tes
ini dideskripsikan parameter tes yang bersifat umum.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan
panduan kepada PPLP dan SKO dalam menetapkan parameter tes dan instrumen
pengukurannya untuk mengetes kemampuan dan perkembangan pencapaian prestasi
atlet
2. Tujuan Khusus
a.
Memberikan
panduan kepada pelatih PPLP dan SKO dalam menetapkan parameter tes dan
instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi perkembangan atlet
b. Memberikan peluang kepada atlet dan
pelatih PPLP dan SKO untuk melakukan evaluasi diri berdasarkan parameter tes
yang ditetapkan.
c.
Memberikan
peluang kepada pihak terkait untuk mengapresiasi perkembangan pencapaian
prestasi atlet berdasarkan parameter tes yang ditetapkan.
C. Petunjuk Pelaksanaan Tes
1. Kriteria Bagi Atlet yang akan di Tes
a. Harus sehat fisik dan mental
berdasarkan pemeriksaan dokter
b. Satu hari sebelum pelaksanaan tes,
atlet yang bersangkutan cukup istirahat dan cukup tidur
c. Makan terakhir 2 jam sebelum tes mulai
dilaksanakan
d. Atlet diharuskan berpakaian dan
bersepatu olahraga pada saat menjalani tes
e. Sebelum memulai aktivitas tes, atlet
melakukan pemanasan selama kurang-lebih 15 menit
f. Atlet diharuskan untuk menjalankan tes
dengan sungguh-sungguh
2. Kriteria Bagi Pelaksana Tes
a. Mengetahui jenis-jenis alat ukur yang
akan digunakan
b. Memahami prosedur pelaksanaan
pengukuran
c. Dapat mengoperasikan dengan benar
berbagai peralatan yang akan digunakan dalam pengukuran
3. Kriteria Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Tes
a.
Alat tes yang digunakan telah
ditera atau memenuhi standar
b.
Tempat pelaksanaan tes harus
aman dan nyaman bagi atlet
c.
Tersedia peralatan medis untuk
kepentingan PPPK
d.
Tersedia formulir-formulir yang
dibutuhkan untuk merekam hasil tes
e.
Bila tes terjadwal secara rutin
berkala, pelaksanaan hendaknya dilakukan di tempat dan waktu yang sama
D. Jenis Pengukuran
Jenis pengukuran
yang disusun dalam Panduan Penetapan Parameter Tes terdiri atas alat
ukur yang digunakan untuk mengukur:
1.
Tinggi
dan berat badan;
2.
Ketebalan
lemak;
3.
Volume
paru-paru;
4.
Kapasitas
paru maksimal;
5.
Fleksibilitas
togok;
6.
Keseimbangan
statis;
7.
Daya
tahan otot perut;
8.
Daya tahan tubuh bagian atas;
9.
Daya
ledak otot tungkai;
10. Kekuatan peras otot tangan;
11. Kekuatan ekstensor otot punggung;
12. Kekuatan ekstensor otot tungkai;
13. Kekuatan menarik otot bahu;
14. Kekuatan mendorong otot bahu;
15. Kekuatan otot perut;
16. Kekuatan otot lengan;
17. Kecepatan lari;
18. Kelincahan;
19. Daya tahan anaerobik;
20. Kapasitas aerobik;
21. Kapasitas aerobik maksimal;
22. Kesegaran jasmani.
Keterangan:
Dalam
melaksanakan tes, perlu memperhatikan urutan pelaksanaan pengukuran. Jenis-jenis pengukuran yang dalam
pelaksanaannya mengharuskan atlet mengeluarkan banyak tenaga, hendaknya
dilaksanakan di urutan terakhir, seperti pengukuran kapasitas aerobik,
kapasitas aerobik maksimal atau kesegaran jasmani.
II. PARAMETER TES
Parameter tes yang dapat digunakan oleh PPLP dan SKO sebagai acuan
dalam mengevaluasi para atlet, adalah sebagai berikut.
1. Pengukuran
Tinggi dan Berat Badan
Kegunaan
Pengukuran terhadap tinggi dan berat badan diperlukan untuk mengetahui
komposisi ideal tubuh atlet. Komposisi
yang ideal antara tinggi dan berat badan akan berpengaruh terhadap pencapaian
prestasi.
Prosedur Pelaksanaan
Tes
Prosedur pelaksanaan tes adalah
sebagai berikut:
a.
berdiri
tegak lurus;
b.
pandangan
lurus ke depan;
c.
saat pengukuran berat badan, atlet menggunakan pakaian
seminim mungkin. Bila perlu, berat badan terlebih dahulu dikurangi berat
pakaian sebelum dihitung dengan rumus
Standar Berat
Badan Ideal (Brocce Formula)

Berat badan = 90%
(tinggi badan-100)
Batas kewajaran
sebagai berikut:
Berat badan
sebaiknya,
Paling berat = 120%
X (tinggi badan-100)
Paling ringan = 80% X ( tinggi badan-100)
(Sumber: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Depdikbud, 1996)
Alat yang digunakan terdiri dari:
a.
microtoise atau meteran yang sudah ditera;
b.
timbangan
yang sudah ditera.
2. Pengukuran
Ketebalan Lemak
Kegunaan
Pengukuran untuk mengetahui tingkat
ketebalan lemak tubuh ditujukan untuk mengestimasi dan memonitor, pertumbuhan,
perkembangan, kematangan, dan perubahan komposisi tubuh. Ketebalan dan konsentrasi penimbunan lemak juga
berpengaruh terhadap keleluasaan gerak.
Prosedur Pelaksanaan Tes
Prosedur pelaksanaan tes adalah sebagai berikut:
a.
Kulit di tempat yang diukur dicubit dengan tangan kiri
sedemikian rupa sehingga yang dicubit hanyalah lipatan kulit dan lemaknya,
tanpa mengikutkan lapisan otot di bawahnya.
b.
Tangan kanan memegang skinfold caliper untuk
menjepit lapisan kulit yang telah dicubit dengan tangan kiri. Dengan telah
terjepitnya lapisan kulit dan lemak bawah kulit, skala yang ada pada skinfold
caliper dapat dibaca berapa milimeter tebal lemaknya.
c.
Semua pengukuran dilakukan di tubuh bagian kanan dan
pengukuran hendaknya dilakukan sebelum atlet melakukan aktivitas fisik.
Alat
yang digunakan adalah:
a.
skinfold
caliper
b.
norma.
Bagian
tubuh yang diukur
a. atlet usia 6 – 9 tahun: (triceps dan calf)
lengan atas bagian belakang dan betis;
b. atlet usia di
atas 9 tahun: (triceps dan subscapular) lengan atas bagian
belakang dan di bawah tulang belikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar